Situs Saya / Abdul Cholik

Abdul Cholik

  • Setelah tombol publish ditekan maka artikel blog akan meluncur ke dunia maya yang dihuni oleh jutaan atau bahkan milyaran manusia. Dari jumlah itu entah berapa persen yang akan mengunjungi blog dan membaca […]

  • Betul, dijual murah ya Mas

  • Amiin, yuk kita manfaatkan nikmat Allah untuk menebar kebajikan.

  • Alhamdulillah tangan saya halus banget
    Terima kasih tipsnya
    Salam hangat dari Surabaya

  • Hatur nuhun apresiasinya
    Salam

  • Terima kasih Mas
    Ini blognya orang banyak je

  • Setelah mengakhiri masa dinas militer pada tahun 2006 saya membulatkan tekad untuk tidak bekerja lagi di luar rumah. Bekerja lebih dari 30 tahun saya rasakan sudah cukup. Keluarga juga setuju atas keputusan ini. […]

  • Kebiasaan baik, ucapan maupun tingkah laku seyogyanya menjadi budaya ya Jeng.
    Terima kasih tipsnya yang bermanfaat
    Salam hangat dari Surabaya

  • Tambah semangat ya Jeng

  • Mari kita saling menyemangati Jeng

  • Betul Jeng. Seama hayat dikandung badan semangat untuk menambah imu pengetahuan dan berkarya apa saja yang berguna selayaknya terus dilakukan sesuai kemampuan. Terima kasih.

  • Terima kasih Mas
    Mari tetap semangat.

  • Iya. Kemana Jeng Widy pergi saya menginthili dari sampingmu.
    Matur nuwun

  • Terima kasih Mas
    Salam

  • Akhir-akhir seolah-olah ada perang saudara di sosial media. Pelakunya bukan hanya orang-perorangan tetapi juga grup dengan grup. Yang satu menyerang yang lain, bukan hanya dengan kata-kata tetapi juga dengan tampilan gambar. Kalimat yang digunakan bernuansa sindiran, makian, dan hujatan. Yang menjadi obyek serangan juga beraneka ragam, dari orang biasa sampai pejabat. Saya sering mengelus dada membaca kata dan kalimat yag hampir tiap hari muncul di sosial media. Semoga “peperangan” ini segera berakhir.
    Sosial media bisa digunakan oleh siapa saja. Tak ada perbedaan antara si kaya dan si miskin. Anak berumur belasan tahun juga bisa lolos membuat akun di sosmed tersebut. Mereka tentu dengan merubah tanggal kelahirannya, terutama tahunnya. Mereka juga bisa bebas mengekspresikan diri.
    Memang banyak manfaat yang bisa diperoleh dari sosial media. Kemudahan membuat akun, jangkauan yang luas, dan jumlah member yang banyak membuat sosmed diminati banyak orang. Apalagi sekarang banyak gadget yang menyediakan fitur untuk mengakses sosial media. Kerabat atau sahabat yang sudah lama tidak bertemu akhirnya bisa chating dan berbagi kabar. Komunikasi antara orangtua dan anak yang sedang sekolah di luar negeri juga bisa lancar. Tersedianya menu foto dan video membuat siapapun bisa melihat aktifitas teman dan familinya. Bahkan mengerjakan PR sekolah juga bisa dikomunikasikan melalui sosial media. Jangan kaget jika suatu waktu Ada dihubungi oleh biro iklan untuk membintangi iklan produk tertentu.
    Sosial media juga dapat digunakan untuk media promosi bagi pelaku bisnis. Beberapa sahabat saya memanfaatkan sosial media untuk memajang barang dagangannya. Usaha rumahan berupa handicraft, sovenir, t-shirt unik dan lain sebagainya sering muncul di halaman akun mereka. Di Facebook misalnya, penggunanya bisa membuat halaman khusus untuk mempromosikan bisnisnya. Saya juga menampilkan beberapa buku karya saya. Tujuannya sama, menarik minat calon pembeli.
    Sebagai halnya di dunia maya, selain banyak manfaatnya, ternyata ada juga segi mudharatnya. Sosial media juga bisa digunakan untuk “saling menyerang” sebagaimana saya sebutkan di muka. Beberapa kasus kriminal juga terjadi karena ada orang yang memanfaatkan sosmed untuk melakukan perbuatan tidak terpuji. Penipuan, pencemaran nama baik, perbuatan yang tidak menyenangkan juga beberapa kali terjadi. Hal ini tidak mengherankan karena pengguna sosial media heterogen, terdiri dari berbagai bangsa, suku, agama, golongan, dan strata sosial yang memiliki watak dan karakter yang beraneka ragam pula. Mereka merasa bebas mengekspresikan diri dan lupa jika sosial media itu bisa diakses oleh manusia dari berbagai belahan dunia.
    Berbagai undang-undang, peraturan, syarat dan ketentuan telah dikeluarkan. Sosial media sendiri juga sudah mengeluarkan ketentuan.  Namun demikian pelanggaran demi pelanggaran  masih sering dijumpai. Peringatan dari admin sosmed dan juga nasihat, saran dari pengguna sosmed lain bak angin lalu.
    Saya berpendapat bahwa sosmed selayaknya dimanfaatkan untuk media silaturahmi dengan orang lain. Berbagi ilmu dan pengalaman tentu lebih baik daripada untuk ajang saling memaki dan menghujat. Menebar kebajikan juga lebih baik, lebih aman, dan lebih nyaman dari mengobarkan kebencian atau permusuhan.
    Dengan menyadari bahwa sosial media digunakan oleh banyak orang, berikut disampaikan cara sehat menggunakan sosial media antara lain:

    Membuat username yang baik.
    Memahami syarat dan ketentuan yang dibuat oleh masing-masing sosial media.
    Memahami undang-undang yang terkait dengan IT. Perhatian khusus pada pasal atau bab tentang jenis pelanggaran dan sangsinya.
    Menulis status artikel atau upload gambar yang baik. Status dan kicauan di sosial media akan mencerminkan pribadi Anda.
    Hindari share link artikel yang kurang baik (yang bersinggungan dengan SARA, pornografi, menebar kebencian/permusuhan, gosip murahan, menyerang pribadi, dan lain sebagainya)
    Sebarkan salam, bangun perdamaian, dan ajak pengguna sosmed kearah kebaikan.
    Memahami dan menyadari bahwa setiap perbuatan yang kurang baik akan menerima balasannya atau kembali kepada diri sendiri.

    Semoga bermanfaat.
     

  • Abdul Cholik‘s profile was updated 2 tahun, 12 bulan lalu

  • Abdul Cholik mengubah gambar profil mereka 2 tahun, 12 bulan lalu

  • Abdul Cholik menjadi anggota terdaftar 2 tahun, 12 bulan lalu