Situs Saya / Motivasi / Tidak ada Jalan yang Benar-benar Buntu

Tidak ada Jalan yang Benar-benar Buntu


Dalam hidup kita terkadang harus menempuh jalan-jalan yang sulit. Bahkan, tidak menutup kemungkinan juga kita harus tersesat pada jalan buntu. Jalan yang tidak mengantarkan kita ke mana-mana. Tapi, jalan yang memaksa kita kembali ke belakang.

Mungkin saya, atau bahkan Anda pernah menemui jalan seperti ini.

Jalan Buntu

Jalan buntu bukanlah pertanda gagal, bukan juga akhir dari sebuah perjuangan. Jalan buntu sebenarnya adalah kesempatan berhenti sejenak untuk menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya berlahan. Pada saat itu kitapun merasakan betapa nikmatnya menghirup udara segar.

Terkadang, semangat yang menggebu membuat kita lupa dengan sekitar. Kita begitu sibuk dengan impian yang ingin kita kejar. Untuk itulah, Allah perlu menghadapkan kita pada sebuah jalan buntu. Agar kita mau berhenti sejenak, untuk melihat betapa indahnya pemandangan yang ada di sepanjang jalan.

Kembalilah beberapa langkah ke belakang. Nikmati pemandangan yang ada di sepanjang jalan. Perhatikan, betapa banyak hal-hal menarik yang telah kita lewatkan. Kembalilah ke belakang beberapa langkah lagi. Pungut kembali pelajaran-pelajaran yang tercecer sepanjang perjalanan. Berhentilah sejenak, tarik napas, dan kembalilah menyusun strategi jitu untuk melangkah ke depan.

Jalan yang kita lewati memang tidak selalu mulus. Selalu ada aral melintang yang membuat langkah kita terhenti. Tapi yakinlah, hidup ini menawarkan banyak pilihan jalan dengan berbagai konsekuensi ke depannya.

Satu jalan boleh buntu…

Tapi yakinlah, beberapa jalan lain sedang terbuka untuk kita lewati ke depannya. Hanya saja terkadang kita terlalu menaruh harap pada satu jalan yang ternyata belum bisa mengantarkan kita pada impian. Sehingga, kita lupa dengan pilihan-pilihan jalan lainnya yang menawarkan kehidupan yang lebih berwarna.

Jalan Buntu Bukan Berarti Ikhtiar Menjadi Buntu

Ketika menemukan jalan buntu, bukan berarti ikhtiar kita juga menjadi buntu. Melainkan, ini adalah sebuah sinyal agar kita memperbaiki kesungguhan dan strategi dalam berikhtiar. Jalan buntu bukan berarti ikhtiar menjadi buntu. Tapi ikhtiar justru harus lebih keras lagi untuk mendobrak kebuntuan tersebut.

Karena, tidak ada jalan yang benar-benar buntu di dunia ini. Setiap jalan buntu menawarkan jalan-jalan alternatif yang bisa kita lewati. Meskipun mungkin terkesan lebih jauh, lebih buruk dan tampak tidak menyenangkan untuk dilewati. Tapi, yakinlah ketika dilewati dengan kesungguhan jalan itu merupakan alternatif terbaik yang bisa mengeluarkan kita dari kebuntuan.

Kuncinya adalah jangan berhenti ikhtiar hanya karena tersesat di jalan buntu. Sekali lagi, jalan buntu bukan berarti ikhtiar menjadi buntu. Jalan buntu hanyalah sebuah keadaan yang mengharuskan kita berpikir lebih kreatif dan berikhtiar lebih keras lagi. Allah sudah membekali kita dengan potensi akal yang luar biasa. Akal adalah senjata utama kita untuk bisa keluar dari semua kebuntuan-kebuntuan yang ada.

Ketika langkah ikhtiar kita menemukan jalan buntu, jangan menyerah dengan kebuntuan tersebut. Berpikirlah positif! Ingat, kita adalah mahluk yang dikaruniai potensi akal yang sangat dahsyat dan kita juga punya Allah yang Maha Besar.

Sungguh, setiap permasalahan pasti ada solusinya. Karena itu fokuslah pada solusi bukan pada masalahnya. Apa lagi sampai mencari-cari kambing hitam dari semua permasalahan tersebut. Satu hal yang harus kita yakin, bahwa setiap apa yang terjadi adalah atas kehendak Allah. Semua kemudahan dan kesulitan yang kita alami adalah atas izin Allah. Semua kelancaran dan kebuntuan adalah atas izin Allah. Apapun yang terjadi, semua pasti ada hikmahnya. Semua adalah madrasah kehidupan yang akan menempa kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan lagi.

Bukan Jalan Buntu Tapi Jalan yang Belum Tepat

Hakikinya tidak ada jalan buntu, yang ada hanyalah jalan yang belum tepat. Setiap jalan ada untuk mencapai tujuan tertentu. Ia akan berakhir pada terminal tujuannya. Memang ada jalan yang akan terus berlanjut untuk tujuan berikutnya, namun ada juga yang tidak.

Artinya, ketika kita merasa terjebak pada jalan buntu, hakikatnya bukan jalannya yang buntu. Melainkan, tujuan yang ditawarkan pada jalan itu sudah berakhir di sana. Jika kita belum mendapatkan apa yang diinginkan dengan melewati jalan tersebut, sejatinya kitalah yang belum memilih jalan yang tepat.

So, jangan pernah menyerah dengan kebuntuan kawan!

Gambar: edukasi.kompasiana.com

Penulis: homepage

Foto Profil dari homepage

Tinggalkan Balasan

x

Check Also

Ayo Membentuk Kepribadian Kita! (Part 1)

 Membentuk kepribadian merupakan salah satu sarana untuk menghubungkan diri… … » Baca selengkapnya